BARAK1NEWS.COM –
Demak, 23 Agustus 2026-
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MALAKA Posko 81 UIN Walisongo Semarang melalui Divisi Ekonomi Kreatif mengadakan kegiatan edukasi dan praktik pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai jual. Kegiatan tersebut merupakan salah satu program kerja Divisi Ekonomi Kreatif dan dilaksanakan pada Minggu, 23 Agustus 2026, pukul 15.00–16.30 WIB, di Dukuh Kuwon Indah, Desa Sampang, RT 03/RW 03, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.
Kegiatan yang mengusung tema “Dari Limbah Menjadi Rupiah” ini diikuti oleh sekitar 20 ibu-ibu Arisan Tahlil mingguan. Program tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan minyak jelantah yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah agar dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.
Minyak jelantah yang sudah tidak digunakan untuk kebutuhan memasak ternyata masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan lilin aromaterapi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN MALAKA Posko 81 ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga tidak selalu harus berakhir sebagai sampah, tetapi dapat diolah menjadi produk yang berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Minyak jelantah selain dibuang menjadi limbah, sebenarnya masih bisa digunakan untuk membuat lilin dan memiliki nilai jual untuk UMKM,” jelas salah satu mahasiswa KKN MALAKA Posko 81.
Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga dinilai memiliki peluang ekonomi. Lilin aromaterapi masih banyak digunakan di sejumlah tempat makan dan restoran untuk memberikan aroma yang harum sekaligus menciptakan suasana yang lebih tenang. Hal tersebut menjadikan lilin aromaterapi sebagai salah satu alternatif produk yang dapat dikembangkan dari minyak jelantah.
Kegiatan diawali dengan pemberian edukasi kepada para peserta mengenai manfaat minyak jelantah, manfaat lilin aromaterapi, serta bahan dan tahapan pembuatannya. Setelah penyampaian materi, mahasiswa KKN memberikan contoh praktik secara langsung. Selanjutnya, para peserta diberi kesempatan untuk mempraktikkan sendiri proses pembuatan lilin aromaterapi.
Dalam prosesnya, minyak jelantah terlebih dahulu direndam menggunakan karbon aktif atau arang selama kurang lebih 24 jam. Tahap ini dilakukan untuk membantu menghilangkan bau dan sisa makanan yang masih terdapat pada minyak. Setelah itu, minyak disaring dan dijernihkan menggunakan bleaching earth. Minyak kemudian disaring kembali hingga mendapatkan hasil yang lebih jernih.
Tahap berikutnya adalah mencampurkan minyak yang telah dijernihkan dengan stearic acid. Bahan tersebut berfungsi untuk membantu mengeraskan lilin serta membuat nyala api lebih stabil. Setelah campuran larut, bahan dituangkan ke dalam cetakan yang telah dilengkapi dengan sumbu lilin. Proses pelarutan bahan membutuhkan waktu sekitar 10 menit, sedangkan proses hingga lilin terbentuk membutuhkan waktu kurang lebih 1–2 jam.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Para ibu tidak hanya menyimak penjelasan dari mahasiswa, tetapi juga langsung mempraktikkan proses pembuatan lilin setelah mendapatkan contoh. Menurut peserta, kegiatan tersebut memberikan wawasan baru karena sebelumnya belum ada edukasi mengenai pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk bernilai guna di Dukuh Kuwon Indah.
Tidak ditemukan kendala berarti selama pelaksanaan kegiatan. Para peserta juga menunjukkan ketertarikan untuk melanjutkan pembuatan lilin aromaterapi secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Melalui program ini, mahasiswa KKN MALAKA Posko 81 UIN Walisongo Semarang berharap agar masyarakat dapat semakin sadar terhadap potensi limbah rumah tangga. Minyak jelantah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sisa dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang berguna sekaligus berpotensi memiliki nilai ekonomi.
“Harapannya, warga bisa lebih memanfaatkan limbah yang sudah tidak bisa digunakan agar dapat didaur ulang kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.” ungkap Izzul selaku koordinator program Divisi Ekonomi Kreatif KKN MALAKA Posko 81.
Kegiatan “Dari Limbah Menjadi Rupiah” menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi dan mendorong kreativitas masyarakat. Tidak hanya mengurangi limbah, pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk kreatif yang berpotensi mendukung perekonomian lokal.
Redaksi.
