Debat Terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil Berlangsung Seru.
BARAK-1NEWS.Com| Aceh Singkil
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Aceh Singkil semakin dekat, hanya tinggal hitung hari ditandai dengan pelaksanaan Debat terbuka Calon Bupati dan Wakil Bupati Tahun 2024 yang digelar Tanggal 13 Nobember 202 di Singkil, Aceh Singkil
Dalam awal debat Kedua Pasangan Cabup dan Cawabup yakni Paslon Nomor Urut 01, H. Safriadi-Hamzah, akrap di sapa (Sahabat) dan Paslon Nomor urut 02, Dulmusrid- Al Hidayah akrap disapa (Duha) akan memaparkan visi misi dengan durasi yang diberikan moderator selama 3 menit.
Acara tersebut dihadiri oleh Ketua dan Anggota Komisioner KPU, Pimpinan dan anggota Bawaslu, Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Singkil bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Panelis Debat Publik, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta perwakilan tim sukses kedua pasangan calon.
Debat kedua tersebut kali ini akan mengangkat tema “Pembangunan Kabupaten Aceh Singkil serta Bidang Pembangunan Perikanan dan Kebaharian.
Tema ini dipilih untuk memberikan gambaran kepada masyarakat tentang visi dan misi kedua pasangan calon dalam membangun daerah yang berkelanjutan, dengan memaksimalkan potensi lokal terutama sektor pertanian, perikanan yang merupakan salah satu kekuatan utama Kabupaten Aceh Singkil.
Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Singkil, M. Nasir, mengatakan debat kandidat memiliki tujuan utama untuk memberikan informasi yang jelas kepada pemilih, sehingga dapat membantu masyarakat dalam mempertimbangkan pilihannya pada 27 November 2024 mendatang,’ katanya.
Ia juga mengatakan dalam debat publik calon bupati dan wakil bupati ini, pihaknya menunjuk sebanyak tiga panelis yang terdiri dari akademisi, yang punya keterikatan dengan Provinsi Aceh dan Aceh Singkil. Panelis itu diantaranya Dr. Aliamin, SE, MSi. AK. CA selaku dosen senior Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK Banda Aceh dan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Aceh.
Kemudian, Dr. Muhammad Arfan SE, MSi. AK. CA yang juga merupakan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis USK Banda Aceh. Selanjutnya Umma Abidin. S. PdI, M. PdI seorang ASN dan Guru PAI pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Aceh Singkil. “Sementara moderator dalam debat tersebut, oleh M. Rhyan Abdilla dan Irhamni Malika,” tutupnya.
Dalam acara debat, sorak gemuruh mewarnai ruangan dari pendukung kedua Paslon ketika terjadi tanya jawab sehingga keseruan terjadi di ruangan debat.
Beberapa pertanyaan Paslon 01, Sahabat seputar Visi-Misi Paslon 02, Duha, sehingga pendukung Sahabat bersorak gemuruh diantaranya, Paslon 01, Sahabat bertanya terkait penanganan kasus Stunting, namun Paslon 02, Duha menjawab terkait listrik. Dan acara rewang menurut Paslon 02 adalah suatu cara penurunan kemiskinan di Kabupaten Aceh Singkil, begitu juga dengan penanganan banjir yang sering terjadi di Singkil, Paslon 02 Duha alih alih menjawab penanganan dengan membuat Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), sontak saja terjadi sorakan karena semua jawaban tidak masuk akal.
Pantauan awak media, acara debat Calon Bupati/Wakil Bupati Aceh Singkil berjalan seru, namun tetap pada koridor menjaga keamanan dan ketenangan masyarakat.
Penulis:Rudi.F./tim)
