Barak1News.com|Belawan
Diklat Pemberdayaan Masyarakat BST KLM dan SKK 30 Mil untuk masyarakat umum dan nelayan di Pelabuhan Belawan dan sekitarnya dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan Rivolindo SH MM didampingi mewakili Kepala Otoritas Pelabuhan Belawan Rianto, Rabu (18/10/2023).
Menurut Rivolindo, Diklat Pemberdayaan Masyarakat yang diikuti 192 peserta ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan sumber daya manusia dalam bidang kemaritiman dengan memberikan pendidikan dan pelatihan secara gratis kepada masyarakat luas, dan juga merupakan salah satu bentuk Pemberdayaan Angkutan Laut Pelayaran Rakyat sebagaimana diatur oleh Peraturan Presiden RI NO 74 Tahun 2021.
Oleh karenanya, dalam upaya mendukung program pemerintah tersebut, selaku Kepala Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, sangat mendukung penuh penyelenggaraan diklat ini guna memberikan wawasan kepada para calon peserta diklat untuk memahami pentingnya akan keselamatan dan pencegahan pencemaran di laut dan juga sebagai bekal untuk mereka melakukan tugas di atas kapal.
“Saya memberikan apresiasi dan mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Direktur Politeknik Pelayaran Banten atas perhatian dan kerjasamanya sehingga dapat mewujudkan penyelenggarakan Diklat Pemberdayaan Masyarakat BST KLM dan SKK 30 Mil secara gratis di Pelabuhan Belawan,” ujar Rivolindo.
Untuk itu, dengan terlaksananya Diklat ini dapat pengetahuan tentang keselamatan pelayaran bagi masyarakat dan nelayan.
“Semoga dengan adanya DPM ini, diharapkan dapat meningkatkan kompetensi dan kemampuan peserta diklat yang tentunya nanti bermanfaat, tidak hanya menambah pengetahuan tentang keselamatan pelayaran tetapi juga menjadikan masyarakat yang lebih produktif dan berdaya saing,” sambungnya.
Atas nama Kantor Kesyahbandaran Utama Belawan, Rivolindo juga mengucapkan terimakasih kepada Politeknik Pelayaran Banten yang telah memilih Sumatera Utara khususnya Belawan untuk menyelenggarakan kegiatan.
“Ini merupakan suatu keberkahan bagi masyarakat Belawan dan sekitarnya khususnya dan masyarakat Sumatera Utara pada umumnya,” tuturnya.
Dalam diskusi ini juga, Rianto yang mewakili OP Belawan mengatakan kolaborasi dibutuhkan agar nelayan tradisional dapat menyampaikan segala kendala yang ada.
“Kita punya visi yaitu kampus University kolaboratif jadi kita harus bisa melayani masyarakat dan mendengar berbagai keluhan serta apa saja yang dibutuhkan oleh nelayan,” pungkasnya. (Red/fan)
