Barak1news.com | Musi – Banyuasin
Muba, 30/10/2024,
Akrim bin Adiman (32) warga Sungai Angit, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), korban luka tembak yang diduga dilakukan oleh Dimas warga Sungai Angit, sempat dioprasi dan dibuang limpahnya diduga oleh dokter RSUD Sekayu.
Informasi dari salah seorang warga Sungai Angit yang tidak mau dituliskan namanya, mengatakan peristiwa nya terjadi pada hari Minggu, 27/10/2024, sekitar jam 4 sore, saat itu Akrim bersama seorang temannya berboncengan naik sepeda motor keluar dari kebun di Sungai Angit, tiba-tiba ia dihadang sekitar 3 orang, mereka menuduh Akrim membawa motor salah satu dari mereka tanpa ijin, terjadilah pertengkaran, cekcok mulut, merekapun berkelahi, salah satu dari 3 orang yang menghadang bernama bayu terluka kena tusuk pisau dan jatuh, Dimas teman Bayu yang melihat temannya terluka menembak Akrim dengan senjata api yang dibawanya, peluru yang ditembakkan oleh Dimas menembus perut Akrim, sehingga Akrim pun tersungkur, melihat Akrim tersungkur akibat terjangan peluru, Dimas, Bayu, dan seorang kawannya ketakutan, mereka pun lari meninggalkan Akrim yang tidak berdaya.
Penulis bersama kawan yang merupakan paman Akrim sempat menjenguk Akrim di RSUD Sekayu melihat kondisi Akrim yang lemah tak berdaya, dengan luka perban di bagian perut depan dan punggung belakang, menunggu menjalani operasi. Setelah operasi penulis sempat mendengar obrolan diantara sesama keluarga bahwa dokter yang melakukan operasi tidak menemukan proyektil peluru di dalam tubuh Akrim.
Apa yang diceritakan oleh seorang warga di atas dijadikan masukan dan tidak begitu saja dipercayai oleh awak media ini, karena itu awak media ini konfirmasi ke nomor WA Kapolsek Babat Toman, Iptu Lekat Hariyanto, 0812788433XX, namun selama dua hari berturut-turut sejak Senin petang hingga Selasa nalam, pesan dari media ini belum dibuka/dibaca.
Awak media inipun konfirmasi ke nomor Whatsapp Kanitres, Polsek Babat Toman, Ipda Daimon, SH di nomor 0821841630XX
Namun alih alih memberi jawaban atau keterangan, IPDA Daimon, ketika dikonfirmasi media ini, malah mengajukan pertanyaan kepada media ini, dimana pertanyaan tersebut seharusnya dijawabnya selaku Kanitres.
Sebelumnya awak media ini memperkenalkan diri menyebut nama lengkap sekaligus nama medianya.
Ditanya kronologi penembakan atas diri Akrim pada hari Minggu petang 27/10 di Sungai Angit, Wilayah Hukum Polsek Babat Toman, Ipda Daimon malah menjawab:
“Siapa yang menembak?” Ujarnya.
Awak media ini merespon: “Saya yang semestinya bertanya pak, karena kejadiannya di wilayah hukum Babat Toman (tempat Ipda Daimon bertugas)
Kembali Ipda Daimon merespon:
“Kenapa Ditembak?” Katanya.
Menimbulkan kesan Ipda Daimon enggan memberi keterangan dan mengambil peran sebagai wartawan, bukan sebagai penyidik yang seharusnya menjawab pertanyaan wartawan.
Ipda Daimon sebenarnya bisa saja menjawab, maaf kami belum bisa ekspose ke media karena perkara ini masih dalam proses penyelidikan/penyidikan. Atau dia bisa menjawab: Silahkan tanyakan langsung ke Kapolsek.
Akhirnya media ini merespon dengan mengatakan:
“Baiklah kalau bapak tidak mau menjawab, memberi keterangan, tidak apa. Saya mengajukan pertanyaan karena akan naikkan berita pak, sebagaimana yang bapak katakan itu yang saya tulis, tidak menambah atau mengurangi”.
Sampai berita ini dinaikkan Akrim kondisinya masih sangat lemah. Sampai berita ini dinaikkan Kapolsek Babat Toman, Iptu Lekat Hariyanto belum memberikan jawaban. (ags)
