Barak-1 News.com|Aceh Singkil
Plh, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Edi Widodo meminta jajaran PAFI mengikuti perkembangan isu Sirup dan obat yang mencuat akhir-akhir ini sebagai pemicu gagal ginjal akut.
Permintaan ini di utarakan Edi Widodo dalam sambutannya mewakili PJ Bupati Marthunis pada acara Musyawarah Cabang PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) bertempat di aula gedung Dinas Kesehatan, Rabu (16/11).
Selain ikut peduli terhadap isu sirup dan obat sebagai pemicu gagal ginjal akut,Edi Widodo juga berharap agar para ahli farmasi se-Kabupaten Aceh Singkil dapat membantu PJ Bupati dan Dinas Kesehatan untuk melayani masyarakat.
Ditambahkan,isu sentral ini tengah ditangani oleh BPOM,”BPOM sedang mengamati, meneliti dan mengevaluasi dan pada akhirnya akan didapatkan kesimpulan akhir sehingga rasa was-was masyarakat dapat terjawab”.
Untuk saat ini sudah ada beberapa Perusahaan yang memproduksi maupun pensuplai di cabut ijin edar nya oleh Pemerintah, Alhamdulillah respons cepat telah dilakukan ujar nya lebih lanjut.
“Untuk Aceh Singkil pihaknya mengaku belum ada menerima laporan masyarakat yang terdeteksi maupun dari Puskesmas yang menjadi korban konsumsi sirup maupun obat lainnya yang menyebabkan gagal ginjal akut, Insya Allah hingga detik ini belum ada”tegas nya.
Diakhir arahan nya,Edi mengucapkan selamat bermusyawarah ria kepada PAFI yang Ke-dua Tahun’ 2022, sukses dan hasilkan keputusan yang terbaik untuk para ahli farmasi dan masyarakat Aceh Singkil ungkap nya.
Siapa pun yang terpilih nanti,PAFI harus lebih profesional dengan program nya,”saya ingin,PAFI nantinya membuat program berupa lokakarya, seminar kesehatan dengan mengundang para ahli farmasi dan fakar kesehatan” tantang nya, semoga.(Zaelani Bako).
