Barak1news.com. Aceh Singkil.
Rapat evaluasi tahap II Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Gosong Telaga Timur yang digelar di Gedung Pertemuan (Serbaguna) Gosong Telaga Timur
berakhir dengan pengunduran diri Ki Hajar Dewantara sebagai Direktur BUMDes periode 2022-2027.
Rapat ini dihadiri oleh Kepala Desa Gosong Telaga Timur, Eliaty serta Sekretaris Desa (Sekdes), Ridwan SE.
Turut hadir pula pimpinan dan anggota Badan Permusyawaratan Kampong (BPK), yakni Zainal Abidin Simatupang, S.Pd., Sekretaris Azrial, dan Julidar.
Selain itu, hadir juga sejumlah tokoh masyarakat seperti, Imam Ibnu Hajar dan Zebo, tokoh pemuda Ungku Zal, tokoh perempuan Safrida, serta aktivis hukum, Mhd. Ishak, S.H., M.H., juga ikut serta dalam pertemuan tersebut bersama para undangan lainnya.
Dalam rapat tersebut, BPK Gosong Telaga Timur selaku pengawas desa menilai bahwa pengurus BUMDes gagal menjalankan tugasnya dalam mengelola usaha desa.
Tokoh masyarakat Imam Ibnu Hajar mendesak Ki Hajar Dewantara untuk mundur dari jabatannya karena dinilai tidak mampu membawa kemajuan bagi BUMDes.
Evaluasi tahap I yang telah digelar pada Senin, 14 Februari 2025 dan dilanjutkan Evaluasi Kinerja Tahap II pada hari, Sabtu 22 Februari 2025 menunjukkan hasil yang kurang memuaskan.
Dalam tiga tahun masa kepemimpinan Ki Hajar Dewantara, BUMDes hanya menghasilkan pendapatan sebesar Rp100.000, sementara masa kerja masih tersisa dua tahun lagi. Selain itu, fasilitas seperti kibord dan tratak pesta dinilai tidak layak digunakan, sementara peralatan pecah belah untuk pesta mengalami kerusakan dan banyak kekurangan.
BPK Gosong Telaga Timur berharap kepengurusan BUMDes yang baru nantinya mampu menjalankan amanah dengan baik, membantu meningkatkan perekonomian masyarakat, serta mengelola usaha desa dengan lebih inovatif, kreatif, berintegritas, dan transparan.
Penulis: Pandan Hutabarat.
