Barak1News|Aceh Singkil
Sarana olahraga berupa lapangan bola voli yang terletak di Kampung Pemuka Kecamatan Singkil Kabupaten Aceh Singkil kondisinya memprihatinkan.
Lapangan seluas 6 x 9 meter tersebut dikabarkan menelan anggaran bersumber dari dana desa tahun 2023 sebesar Rp 15 juta tersebut diduga di mark-up oleh mantan Kepala Desa Pemuka Sabaruddin.
Pasalnya, hingga saat ini lapangan bola voli tersebut belum maksimal dikerjakan.
Dari pantauan barak1news.com, Jumat (29/12/2023), lapangan yang dikelilingi jaring keramba sepanjang 54 meter ini hanya bertiangkan 16 batang pohon pinang dan kondisi jaring yang mulai rusak.
Parahnya lagi, pada bagian tengah lapangan terlihat genangan disebabkan air hujan yang tidak bisa mengalir.
Sehingga dapat dipastikan masyarakat akan kesulitan untuk menggunakan sarana olahraga yang dibangun dari uang rakyat tersebut.
Sementara itu, Juanda Putra salah seorang anggota BPKam Desa Pemuka saat ditemui media ini sangat menyayangkan melihat kondisi lapangan Kampung Pemuka.
“Adanya tanah timbun untuk meratakan lapangan tersebut, namun tak terlaksana sampai hari ini, akibatnya lapangan tidak bisa di pakai lagi,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh salah seorang masyarakat yang enggan disebutkan namanya, kepada media ini dirinya menyesalkan penggunaan anggaran yang tidak masuk akal serta kinerja oknum-oknum aparatur desa yang seakan tidak peduli pembangunan di desa Pemuka.
“Banyak pembangunan di desa pemuka yang melebihi standat nilai pekerjaan seperti lapangan voli yang anggarannya sangat tidak masuk akal sampai 15.000.000 juta rupiah tidak sesuai dengan yang di bangunkan. Begitu juga pembuatan tangga teras balai desa yang menelan dana 5.000.000 juta rupiah. Sedangkan menurut penilaian masyarakat paling banyak menelan biaya 1,500,000 rupiah,” cetusnya.
Dinilai telah merugikan negara, melalui media ini masyarakat meminta inspektorat pemerintah kabupaten Aceh Singkil untuk segera bertindak dan mengaudit kembali penggunaan DD desa Pemuka dan sejauh mana realisasinya di lapangan. (MP)
