Barak1news.com. / Musi – Banyuasin
Viral di media online pemberitaan mengenai oknum pejabat Kepala Bidang Ketahanan Masyarakat Desa (Kabid KMD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), Kabupaten Muba, Edison, S.H., M.Si. yang setiap tahun mengadakan perjalanan ke Luar Negeri bersama keluarga. Adapun negara-negara yang dikunjungi adalah: Tiongkok, Hongkong, Korea Selatan, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Turki.
Menurut media tersebut tidak mungkin gaya hidup mewah itu dibiayai dari gaji, pendapatannya selaku ASN. Diduga ada penyimpangan yang dilakukan oleh Edison selaku Kabid KMD dalam mengelola anggaran yang menjadi kewenangannya.
Menanggapi pemberitaan tersebut kepada awak media ini, Edison memberikan klarifikasi di kantornya, Jalan Kolonel Wahid Udin, Nomor 192 Kota Sekayu, Kabupaten Muba, pada hari Kamis, 10 April 2025.

“Saya dari tahun 2015 sudah punya usaha sendiri pak, sebelum Covid-19, saya punya 3 toko (konveksi): di Sekayu, Sarolangun, dan Lubuk Linggau. Istri saya apoteker, megang beberapa apotik, serta punya toko obat. Anak saya ada dia, selain pelajar mereka atlit berprestasi nasional dan internasional.Orangtua saya juga pedagang,” terangnya.
“Saya dan istri adalah ASN, selain gaji, kami dapat insentif (TPP), dari itu saja kalau dikumpulkan sudah cukup, belum lagi ditambah usaha (hasil dagang). Pegawai di Sekayu ini sudah banyak yang tau, bahkan sudah pernah berbelanja di toko kami,” katanya sambil memperlihatkan video toko miliknya kepada awak media ini yang sedang ramai.
“Tidak mahal pak biaya ke luar negeri itu, karena kami ikut rombongan travel, paket promo dan ada pihak pedagang langganan kami yang mensupport. Misalnya biaya ke Korea Selatan dari Batam hanya delapan sampai delapan setengah juta rupiah (Rp. 8,449.000,-) perorang, sudah termasuk akomodasi, makan dan minum. Kami membayarnya nyicil (angsur) jauh-jauh hari sebelum hari H.” imbuhnya.
“Saya senang kalau ada media memviralkan saya, ada hikmah, dengan demikian saya bisa mawas diri. Mungkin ada orang iri atau ingin jabatan saya, saya tidak keberatan. Kalau Inspektorat, Kepolisian, atau Kejaksaan menyurati saya meminta keterangan saya siap. Saya tegaskan bahwa yang untuk jalan-jalan (liburan) ke Luar Negeri itu pakai uang kami sendiri, saya dan istri saya” pungkasnya. (Ag)
