Barak1news.com | Musi – Banyuasin
Muba, 01/11/2024,
Ratusan orang yang menamakan diri Gabungan Orang Muba Peduli, pada hari Kamis, 31/10/’24 melakukan aksi damai di depan kantor Bawaslu Muba. Mereka menuntut agar Bawaslu netral dan bersikap tegas tanpa pandang bulu, serta segera menindak lanjuti laporan masyarakat.
Rahmat Hayat alias Midun salah satu koordinator aksi meminta agar Pj Bupati, Bawaslu, dan KPUD Muba bersikap netral dalam pelaksanaan Pemilukada 2024. Ia dan kawan-kawan juga menuntut agar laporan masyarakat yang sudah disampaikan ke Bawaslu, terutama mengenai PPK Sekayu dan Babat Toman segera diambil tindakan, dan yang tidak kalah penting Pj Bupati harus berani mengambil tindakan tegas kepada ASN dan Honorer yang terlibat politik praktis dan tidak Netral.
Mubarok, yang juga salah satu koordinator aksi dalam orasinya mengatakan: menjelang berlangsungnya Pilkada di Muba sering tejadi Intimidasi dan kezoliman yang dilakukan oleh Bawaslu. Kita datang ke sini meminta pertanggungjawaban Bawaslu.

Menanggapi apa-apa yang disampaikan dalam orasi, Ketua Bawaslu Muba-Beri Firmansyah mengatakan, bahwa Bawaslu Muba bertindak sesuai aturan dan tahapan serta mekanisme yang ada.
“Yakinlah kawan-kawan Bawaslu Muba akan bertindak netral, tolong hargai karena kami ada proses dan mekanisme yang harus kami lalui. Sampai hari ini sudah ada 26 laporan baik dari 01 maupun 02, 21 diterima di kabupaten Muba, 5 dilimpahkan ke provinsi Sumatera Selatan. Mengenai PPK Sekayu dan Babat Toman sudah diserahkan ke KPU. Kawan-kawan, kami memiliki mekanisme dan prosedur, kalau terkait pidana pemilu kami teruskan ke Gakumdu. Dan apabila ada anggota kami yang tidak netral akan kami tindak, tolong bantu pantau,” tegasnya.
Setelah melakukan aksinya di kantor Bawaslu, massa dari Gabungan Orang Muba Peduli, melanjutkan aksinya di depan kantor Bupati Muba, begitu tiba di sana tiba-tiba dari arah berlawanan datang massa aksi diduga dari pendukung paslon 01 menghadang dan melakukan orasi tandingan.

Berlawanan dengan tuntutan dari massa Gabungan Orang Muba Peduli, yang meminta Pj Bupati Muba mundur karena diduga kuat tidak netral, massa aksi diduga pendukung paslon 01 mendukung kinerja Bupati, Bupati Muba sudah bagus, sudah baik, kami mendukung silahkan lanjutkan pak Bupati, kata mereka.
Situasi sempat memanas dan hampir anarkis tak terkendali, namun aparat keamanan dari Polres dibantu Satpol PP Muba, yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Muba, Kompol Iwan Wahyudi, SH berhasil meredam dan mengendalikan situasi sehingga aksi damai dapat berjalan aman dan damai. Dua kelompok massa aksi pun dapat berorasi secara bergantian menyampaikan aspirasinya, sampai akhirnya mereka kembali ke tempat masing-masing dengan berlainan arah.
Kejadian seperti ini di mata penulis baru pertama kali terjadi, dimana dua kelompok massa aksi dengan misi dan aspirasi yang bertentangan, berlawanan, bertemu di satu titik pada waktu yang sama. Alangkah baiknya apabila kedua kelompok massa yang berlawanan misi dan aspirasinya itu, terpisah tempat atau waktunya, beruntung tidak terjadi kekacauan dan anarkis liar, yang dapat merusak nama baik kabupaten Muba di mata dunia. (ags)
