BARAK1NEWS.COM
ACEH SINGKIL – Dalam upaya memperkuat kolaborasi lintas sektoral demi kemajuan dunia pendidikan, Ketua PGRI Singkill Utara Zainal Abidin Simatupang, melakukan kunjungan silaturahmi dan beraudiensi dengan Komandan Distrik Militer (Dandim) 0109 Aceh Singkil, Letkol Kav M. Aminuddin, S.T., M.I.P.
Kehadiran Zainal Abidin Simatupang disambut dengan sangat baik dan hangat oleh Dandim beserta jajarannya. Pertemuan strategis ini menjadi wadah diskusi konstruktif yang membahas berbagai potensi kerja sama, khususnya terkait penguatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda di wilayah Kabupaten Aceh Singkil.
Dalam keterangannya kepada media, Senin (5/5/2026), Zainal Abidin menegaskan bahwa sinergi antara PGRI dan TNI merupakan sebuah keharusan dan keniscayaan dalam konteks pembangunan bangsa. Menurutnya, kedua institusi ini memiliki peran yang saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan.
“PGRI dan TNI harus berkolaborasi secara optimal dalam membentuk karakter siswa. TNI memiliki tugas mulia dalam menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta stabilitas keamanan negara. Sementara itu, PGRI memiliki mandat utama untuk memberikan pemahaman, pembinaan, dan penguatan kapasitas kepada para guru dalam rangka membangun moralitas, etika, dan karakter yang kuat bagi peserta didik,” ujar Zainal.
Lebih jauh ia menjelaskan, bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek kognitif atau kecerdasan intelektual semata, tetapi juga harus menekankan pada aspek afektif dan psikomotorik. Pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa, kedisiplinan, dan patriotisme menjadi sangat penting untuk menciptakan generasi yang tangguh dan berintegritas.
“Oleh karena itu, kolaborasi ini sangat strategis. TNI dapat menjadi inspirator dalam menanamkan nilai kedisiplinan dan cinta tanah air, sedangkan guru sebagai ujung tombak pendidikan akan mentransformasikan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran sehari-hari,” tambahnya.
Sementara itu, Dandim 0109 Aceh Singkil, Letkol Kav M. Aminuddin, S.T., M.I.P., dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya sinergitas dan kerja sama yang solid antara institusi pendidikan dengan unsur pertahanan keamanan.
Menurut Dandim, kerjasama dan kolaborasi yang terjalin antara TNI dan unsur pendidikan merupakan wujud nyata dari kepedulian bersama terhadap masa depan bangsa. Beliau menegaskan bahwa menjaga negara bukan hanya tanggung jawab aparat keamanan semata, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk para pendidik.
“Kerjasama dan kolaborasi antara TNI dan guru adalah bentuk kepedulian bersama. Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama besarnya terhadap keamanan, ketertiban, dan kelangsungan hidup negara. Pendidikan yang berkualitas akan melahirkan generasi yang cinta tanah air, yang pada akhirnya akan menjadi benteng kuat bagi pertahanan negara,” tegas Dandim.
Pertemuan ini diharapkan dapat menjadi awal dari berbagai program kerja sama yang konkret dan berkelanjutan. Sinergi antara PGRI dan TNI diyakini akan memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya dalam meningkatkan mutu pendidikan, tetapi juga dalam memperkokoh persatuan, kesatuan, dan karakter bangsa menuju Indonesia yang lebih maju dan bermartabat.
Biro Aceh Singkil
Redaksi/tim
