BARAK-1NEWS.com|Asahan
Gencarnya pemberitaan dan perhatian media cetak maupun elektronik online yang menyoroti masalah bangunan drainase dan Tembok Penahan Tanah (TPT) dari Dana Desa 2023 di dusun VII Desa Sengon Sari Kecamatan Aek Kuasan, Kabupaten Asahan Sumatra Utara, belakangan ini membuat masyarakat desa itu mulai angkat bicara.
Mereka mulai ikut mengkritisi penggunaan dana desa tahun 2022 lalu untuk pembangunan drainasè di desa mereka baru seumur Jagung sudah mulai kelihatan hancur.
Salah seorang warga dusun satu, desa Songon Sari berinisial HSN (43) mengungkapkan kepada Mediya,ada pembangunan drainase di dusun satu baru berumur Satu tahun, sekarang keberadaanya disana sini sudah kupak kapik. Kini kami selaku masyarakat mulai menyadari kekeliruan, mengingat selama ini tidak pernah ikut perduli dan tidak ikut mengawasi bangunan, sehingga dampaknya baru kami rasakan sekarang, tegasnya.
Saya sebagai masyarakat merasa malu sama wartawan yang sudah perduli dengan desa kami ini pak tambahnya, berkat informasi dari media kami sekarang mulai sedikit teredukasi. Selama ini kami pikir pembangunan desa ini hanya pengawasan dari pemerintah saja, ternyata setiap warga masyarakat boleh ikut mengawasi” ujarnya bersemangat.
Dengan penuh rasa kecewa, Hsn langsung mengajak rekan Mediya untuk turun ke lapangan langsung melakukan cek lokasi. Bapak lihat bangunan drainase ini, ini bangunan tahun 2022 kemaren, sekarang sudah terkelupas seperti ini” imbuhnya sambil menunjuk drainase yang kupak kapik.
Tolong pak konsepkan surat untuk melaporkan bangunan ini, biar kami dan beberapa warga yang menanda tangani,biar kami sampaikan surat kepada bapak Bupati” pintanya kepada awak media.
Hasil pantauan media dilapangan, memang bangunan drainase yang menurut warga dibangun tahun 2022 kondisi bangunan sudah amburadul. Hal ini bisa terjadi bukan hanya dikarenakan kesalahan pihak pekerja, namun karena kurangnya pengawasan dari Instansi terkait dari Pemkab Asahan.

Melihat kejadian ini, Yan (39) warga dusun VII desa Songon Sari mengaku merasa khawatir bangunan ďidusunya yang baru selesai dibangun disinyalir cara pekerjaanya juga sembrono. Kami masyarakat meminta kepada Pemkab Asahan “jangan tutup mata”, lakukan pengawasan dan tindakan kepada orang-orang yang mergikan dan merampas hak orang banyak.
Setelah kami baca berita online tentang desa kami ini, kami lihat cara pekerjaanya didusun VII memang asal asalan aja itu pak, kami takut bangunan itu jadi seperti drainase di dusun satu ini, baru satu tahun sudah mengelupas semenya ” tuturnya terkesan khawatir.
Sementara itu , ketua BPD Desa Sengon Sari Masdi, saat dikonfirmasi dikediamanya jumat, 05/05 tidak berada ditempat, pintu rumahnya dalam keadaan tertutup. Menurut salah seorang jiranya mengaku tidak mengetahui kemana perginya.
Pergi orangnya pak tapi entah kemana perginya, jawabnya singkat dan enggan memberi tahu siapa namanya ketika ditanya.(ragin)
