Barak1news.com.| Aceh Singkil.
Nelayan Di Desa Gosong Telang Selatan menyampaikan keluh kesah mereka karena penghasilan setiap pergi melaut yang sangat sulit untuk mendapatkan ikan dengan peralatan yang ada saat ini.
Keluh kesah tersebut ceritakan oleh Sahalan dan para nelayan lainnya kepada madia barak1news.com di tempat Pengumpulan Ikan (PI) untuk dijual.
Dia berharap agar ada perhatian pemerintah Aceh Singkil untuk membantu mereka para nelayan di Pesisir Aceh Singkil umumnya dan khususnya nelayan di Gosong Telaga Selatan.
“Kami para nelayan di Gosong Telaga Selatan ini sangat susah untuk mendapatkan ikan akibat kurangnya peralatan kami,’ kata Sahalan di mainkan Sofian Hadi, Kami 02/01/2025.
Beberapa alat penangkap ikan tersebut seperti mesin Robin, jaring dan lainnya, begitu juga dengan lampu tanda kuwala (Muara) yang sering mati, sehingga mereka sangat mereka kesusahan ketika hendak menuju pantai di malam hari, sebab mereka tidak mempunyai alat JPS berangkat melaut.
Akibat kurangnya peralatan nelayan tersebut, ekonomi keluarga mereka jauh dari kata cukup, apalagi untuk sejahtera.
” Kami jika tidak berangkat melaut, mata pencaharian hanya itu untuk mencukupi kebutuhan keluarga, jika kami berangkat sangat susah untuk mendapatkan hasil lebih dari seratus ribu rupiah,’ kata Sofyan Hadi menimpali ucapan Sahalan sesama nelayan. 
Ditempat terpisah, ketika awak media barak1news.com menjumpai dinas perikanan Kabupaten Aceh Singkil, melalui Kanit Alat Tangkap Ikan, Suryani menjawab keluhan para nelayan.
” Kami sangat perihatin dengan keluh kesah para nelayan kita, namun akibat minimnya anggaran yang kami kelola, mohon bersabar,’ kata Suryani.
Suryani menambahkan, bantuan untuk alat penangkap ikan nelayan itu, ada namun kami harus memberikannya hanya sekedar,’ katanya.
Terkait rambu rambu lampu di kuwala (Muara) seta lampu suar di pulau, Suryani menanggapi positif untuk memperbaikinya, karena itu adalah sangat membantu keselamatan para Nelayan
Penulis: Andy Cibro/ Pandan Hutabarat.
