_Oleh : Abdul Berutu_Aceh Singkil, 7/4/2025.-
Jalur lintas Subulussalam Pakpak Bharat Sumut sering terjadi Mobil Tangki CPO terbalik, masuk jurang dan Tabrakan karena jalan sempit dan banyaknya tikungan sehingga banyak merenggut korban nyawa dan harta akibat tonase dan jenis mobil berat yang melintasi jalan nasional tersebut.
Jika kita perhatikan, lalu lintas truk CPO dari barat selatan sebagian besar menuju ke Pelabuhan Krueng Geukuh, Lhokseumawe untuk keperluan ekspor. Selain itu juga sering kita lihat truk kontainer tol laut yang dibawa menuju ke barat Selatan aceh, rata-rata menuju ke Aceh Barat Daya dikarenakan disana terdapat Gudang Wings Grup Indonesia yang ada di Kec. Setia, Aceh Barat Daya.
Melihat kondisi ini, Salah satu pilihan terbaik dan tepat adalah Mempercepat Pembangunan Pelabuhan CPO Singkil yang digagas semasa Pak Oyon Bupati dan Tidak dilanjutkan penggunaan pada masa pemerintahan berikutnya, dan kini asa itu kembali menggeliat setelah Safriadi Oyon dan Hamzah Sulaiman terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Aceh Singkil Periode 2025-2030 salah satu program andalannya melanjutkan pembangunan pelabuhan CPO Singkil.
*Modal utama*
Tak perlu khawatir berlebihan dengan pengguna jasa dari pelabuhan. Menurut pengamatan, di Aceh Singkil, ada 9 Pabrik Kelapa Sawit (PKS), yaitu PT Perkebunan Lembah Bakti, PLB 2, PT Nafasindo, PT. Socfindo, PT. Delima Makmur, PT. SSM, PT. RKM, PT. Ensem Lestari dan PT. Runding Putra Persada. Aceh Selatan terdapat satu PKS, yaitu PT Aceh Trumon Anugerah Kita. Aceh Barat Daya dua PKS yaitu PT Mon Jambe dan PT Samira Makmur Sawita. Di Nagan Raya, ada tujuh PKS yaitu, PT Fajar Baizury, PT Kalista Alam, PT Ujong Neubok Dalam, PT Surya Panen Subur II, PT Kharisma Iskandar Muda, PT Socfin Indonesia dan PT. Ensem Lestari. Di Aceh Jaya ada dua PKS yaitu PT Boswa Megapolis dan PT Agro Sinergi Nusantara, dan di Aceh Barat ada dua PKS yaitu Karya Tanah Subur dan PT Mopoli Raya, serta Kota Subulussalam ada PT. BSL, PT. SSN, PT. MSB, PT. BDA, dan PT. GSS.
Lebih kurang terdapat 30 PKS di Barat Selatan Aceh yang berpotensi menggunakan pelabuhan utama untuk proses ekspor sehingga tidak perlu lagi melintasi 3 gunung (Geurute, Kulu dan Paro), resiko tumpahan CPO, truk tanki terbalik, nyangkut dan kecelakaan pun dapat diminimalisir. Lalu melintasi jalan nasional Aceh Sumut via Berastagi yang terkadang terjadi longsor dan bencana lainnya, bahkan bisa merambah ke PKS Tapanuli Tengah.
Masyarakat akan lebih aman saat berkendara karena jumlah truk tonasi tinggi tidak sebanyak sebelumnya. Yang paling penting adalah peningkatan ektifitas ekonomi di barat Selatan Aceh yang akan berdampak positif terhadap meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah, serta membuka peluang bisnis dan lapangan kerja seluas-luasnya.
Jum’at Kemarin (4/4/25) Bupati Aceh Singkil Safriadi Oyon bersama investor kunjungi lokasi pembangunan pelabuhan kapal pengangkut CPO di Pulau Sarok Kecamatan Singkil Aceh Singkil.
Adapun investor yang dimaksud adalah Gunawan selaku Direksi dari perusahaan PT Delima makmur, yang dibeli oleh perusahaan raksasa *ASIAN AGRI* yang dimiliki oleh keluarga konglomerat Sutanto Tanoto.
Gunawan mengatakan “Pembangunan pelabuhan CPO di Aceh Singkil dibutuhkan karena memudahkan proses eksport minyak CPO yang selma ini masih dilangsir dari Belawan Sumatra Utara. Ia menambahkan, laut Aceh Singkil yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia sangat cocok untuk dijadikan lintasan kapal untuk pasar Asia Selatan target utamanya untuk ekspor ke India, Pakistan, Bangladesh dan lainnya, harapan kita Pak Bupati bisa merealisasikan pelabuhan ini menjadi pelabuhan ekspor”
“Cuma perlu kedalamannya itu atau drop nya itu kalau bisa di atas 12 meter sudah sangat luar biasa, menurut saya 12 meter itu bisa masuk kapal 10.000 sampai 15.000 ton” Tambah Gunawan dihadapan Bupati.
Kita tunggu gebrakan Oyon Hamzah selanjutnya, maaf lahir batin 🙏
#sawit #delimamakmur #asianagri #pelabuhancpo #acehsingkil #acehselatan #acehbaratdaya #naganraya #acehbarat #acehjaya #pemerintahaceh
@sorotan
Barak1news.com, 7/4/2025.-
