Barak-1News. com |Labuhanbatu
Aiptu Julianto Wisnu yang juga Bhabinkamtibmas Kelurahan Pulo Padang (Kiri), Aiptu.Julianto Wisnu Berdialog Bersama Warga Pulo Padang Di Posko Perlawanan Rakyat(Kanan)
Dalam Menuju HUT Bhayangkara Ke-76, Persoalan nya Warga Pulo Padang Menolak Berdirinya Pabrik Kelapa Sawit ( PKS ) Pulo Padang Sawit Permai di Mediasi oleh Camat Rantau Utara, Senin (4/6/2022) Di Posko Perlawanan Rakyat Pulo Padang.
Dalam pantauan awak media, Mediasi tersebut terjadi pro-kontra untuk menemukan solusi agar Minyak CPO (Crude Palm Oil) Milik Perusahaan tersebut yang berada di dalam PKS Pulo Padang Sawit Permai bisa dikeluarkan.
Dalam mediasi tersebut, Kapolres Labuhanbatu diwakilkan Kasat Intel AKP Sunarto Bermohon kepada Warga Pulo Padang agar Minyak CPO yang berada didalam Pabrik tersebut bisa dikeluarkan.
” Bila Minyak CPO tersebut tidak dikeluarkan pada tanggal (11/6/2022) maka akan kadaluarsa yang mengakibatkan CPO tersebut menjadi limbah dan pengaruhnya kepada masyarakat setempat sangat fatal berbahaya, ujarnya.”
Mediasi tersebut berjalan sangat alot hingga akhirnya Warga Pulo Padang menyetujui permintaan dari Kasat Intel Polres Labuhanbatu agar minyak CPO tersebut dikeluarkan, dengan komitmen permintaan warga harus dipenuhi oleh pihak perusahaan PKS untuk mendatangkan orang berkompeten dari pihak perusahaan yang dapat memberikan keputusan langsung serta menandatangani kesepakatan bersama warga Pulo Padang seminggu kedepan, dan kesepakatan lainnya bahwa pada hari Kamis (7/6/2022) perusahaan akan menunjukkan legalitas semua perizinan yang dikantongi PKS Pulo Padang Sawit Permai.
Dalam mediasi tersebut dihadiri Danramil kota 0209/LB, Kasat Intelkam Polres Labuhanbatu, Camat Rantau Utara, Babinkamtibmas Pulo Padang, Lurah Pulo Padang, Direktur Operasional PKS Pulo Padang, dan Warga Pulo Padang.
Disisi lain, Salah satu warga Pulo Padang menyampaikan kepada awak media bahwa warga Pulo Padang menerima kesepakatan dari kasat intelkam Polres Labuhanbatu untuk mengeluarkan minyak CPO PKS Pulo Padang Sawit Permai dikarenakan permintaan dari Babinkamtibmas Aiptu Julianto Wisnu yang selalu menghabiskan waktunya mendampingi warga Pulo Padang dalam aksinya.
“Beliau Aiptu Julianto Wisnu seorang sosok yang peduli kepada warga Pulo Padang yang menolak berdirinya pabrik tersebut. Pak Wisnu menghabiskan waktunya bersama kami, dan beliau menjamin kami dengan keamanan dan kenyamanan dalam segala hal, ujar warga tersebut.”
Dalam penyampaian nya, warga tersebut juga berkata bahwa sosok Aiptu Julianto Wisnu layak disebut Hoegeng dari Labuhanbatu.
“Beberapa waktu yang lalu saya menonton film dokumenter Jendral Hoegeng, saya sepakat jika bapak Babinkamtibmas Pulo Padang Aiptu Julianto Wisnu dengan segala pengorbanan nya dalam bertugas layak disebut Hoegeng dari Labuhanbatu, ucapnya terharu.”
“Persetujuan dikeluarkannya minyak CPO yang berada didalam Pabrik tersebut dikarenakan Sosok Pak Wisnu Babinkamtibmas kami yang bermohon kepada kami, Dengan perkataan permohonan beliau kami luluh mendengarkan untuk mengeluarkan Minyak CPO tersebut, ucapnya kembali.”
Akhirnya berkat perkataan dan kinerja Pak Wisnu Minyak CPO dapat dikeluarkan dari pabrik.
“Pak Kapolri, Pak Kapoldasu dengarkan kami warga Pulo Padang bahwa Keluarnya Minyak CPO PKS Pulo Padang Sawit Permai dikarenakan Babinkamtibmas kami Bapak Wisnu maka Hasil mediasi dalam hal Minyak CPO kami sepakati, ucapnya lebih lanjut.”
“Ternyata Dalam Memperingati HUT Bhayangkara Ke-76 ini Aiptu Julianto Wisnu Sangat Peduli Keamanan dan Kenyamanan warga pulo padang yang unjuk aksi di posko perlawanan rakyat menolak berdirinya pabrik PKS Pulo Padang Sawit Permai dan berjasa memediasi warga Pulo padang agar minyak CPO yang berada di pabrik tersebut bisa dikeluarkan, tutupnya.”
Laporan : B.Siregar
Editor | Ades Nasution
