Barak1news.com / Nias selatan
Bumi Nias selatan dihebohkan dengan Dugaan Pemungutan Liar oleh Oknum Pegawai pada DINAS PENDIDIKAN Kabupaten Nias Selatan Sumatera Utara terhadap Tunjangan tambahan Para Guru yang diberikan oleh Negara.
Polemik Perampasan hak para guru tersebut tengah mencuak di publik seusai salah seorang Guru Honorer di salah satu instansi pendidikan kabupatèn nias selatan memberikan sikap perlawanan lewat video yang diuanggah di Media Sosial (facebook) pada hari Rabu, 1 Mei 2025 yang memuat sikap untuk membongkar kasus tersebut.
Lantas apa langkah konkrit yang dilakukannya Pasca pengunggahan Video tersebut..?
Jelas saja, Guru yang bernama : LIUSMAN NDRURU, S. Sos., M. Si dan didampingi Oleh salah seorang Guru dari Sekolah lainnya : DEFIRMAN TELAUMBANUA, S. Pd yang juga merupakan korban pemerasan para DINAS Pendidikan kabupaten Nias selatan mencari keadilan dengan membuat laporan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Nias Selatan.
Dalam laporan yang dimaksud berisikan tentang keluh kesah mewakili para guru honorer se kabupatèn nias selatan yang hak-hak mereka telah dirampas oleh oknum di DINAS Pendidikan.
Seusai laporan tersebut diterima, Para anggota DPRD Antusias dan menyambut baik sikap para guru tersebut hingga mereka siap mengusut kasus pungli tersebut hingga ke akar-akarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Nias Selatan : ELISATI HALAWA, ST didampingi oleh beberapa Anggota DPRD dari beberapa fraksi menerima laporan tersebut diwarnai dengan rasa kekecewaan atas perlakuak oknum Pegawai pada dinas terkait yang dinilai tidak manusiawi.
“Saya sebagai ketua DPRD turun tangan untuk membongkar kasus ini. Para guru yang terzolimi tak perlu takut untuk menyuarakan kasus ini karena DPRD NISEL siap melindungi kalian.” Tutur ketua DPRD.
Dilanjutkan dengan pembicaraan singkat dengan salah seorang anggota DPRD Dari Fraksi PAN : FAUDUSOKHI GIAWA, SE juga menyatakan sikap mengawal kasus tersebut dengan benar hingga tuntas.
“Kita sudah lama sebenarnya mendengarkan kasus ini, namun kita di DPRD tak bisa menindaklanjut karena belum ada guru yang membuat laporannya ke kita. Maka dengan adanya laporan ini, kami pastikan akan mengawal hingga terusut. Jadi tak perlu ragu karena ini sangat fatal dan kita siap melindungi teman-teman guru yang dirugikan. Ucapnya ke para guru yang melapor.
Praktik yang dianggap menyengsarakan para tenaga pendidik ini telah memicu kemarahan banyak pihak. Suara publik pun makin kencang menuntut agar “mafia Dacil” segera dibongkar agar tidak ada lagi korban berikutnya.
Ungkapan seperti “Dasar orang serakah, Yaaboto Mbetua!” mulai bermunculan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap pihak-pihak yang diduga menikmati potongan dana tersebut. Mereka menilai, pemotongan tanpa dasar hukum yang jelas itu bukan hanya bentuk ketidakadilan, tapi juga pengkhianatan terhadap guru-guru yang telah berjuang di garis depan pendidikan.
Sementara itu, harapan besar disampaikan masyarakat kepada pihak-pihak yang dianggap berani dan peduli, salah satunya kepada sosok Pak Liusman Ndruru yang disebut-sebut aktif memperjuangkan hak-hak guru honorer di tengah sunyinya respons dari pemerintah.
“Semangat terus buat Pak Liusman Ndruru, jangan takut lawan yang zolim. Suara rakyat di belakangmu,” tulis salah satu warga di media sosial.
Bukan saja hanya guru, berbagai pihak bahkan masyarakatpun meminta para pemerintah dan penegak hukum melakukan tindakan atas kasus yang meresahkan para guru di bumi nias selatan.
Sampai detik ini, kasus tersebut telah di PANSUSKAN oleh DPRD Kabupaten Nias Selatan.
