Barak1News.com|SIANTAR
Temuan media di lapangan menyoroti permasalahan serius terkait penumpukan sampah yang mencemari TPA Tanjung pinggir kota pematang siantar dan sangat merugikan lingkungan sekitar.
Keberadaan tumpukan sampah tidak hanya mengeluarkan bau busuk yang mengganggu tetapi juga menyebabkan lalu lintas yang macet karna posisinya di pinggir jalan.
Lokasi TPA Tanjung pinggir seharusnya tidak menjadi tempat yang tepat untuk menampung sampah, mengingat dampak negatifnya terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Bau tidak sedap yang berasal dari TPA tersebut dapat menyebabkan gangguan pernafasan dan berbagai masalah kesehatan jika tidak segera di tangani.
Padahal kota Pematang Siantar yang dahulu di kenal sebagai kota”Adipura” atau lumbung kebersihan dan keindahan kota, kini terlihat jauh dari predikat tersebut. Dinas Kebersihan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menangani masalah sampah, dinilai tidak memiliki kepedulian yang cukup terhadap penanganan sampah yang sudah menumpuk bertahun tahun.
Beberapa tahun yang lalu TPA Tanjung Pinggir terlihat tertata rapi, jauh dari kondisi saat ini yang di penuhi oleh tumpukan sampah yang membubur. Lokasi ini terutama di kecamatan Martoba, dahulu begitu indah, namun sejak munculnya bangunan rumah penduduk, kedai minuman, dan tempat pengolahan sampah, keindahannya pun terkikis.
Diharapkan agar instansi terkait, terutama Dinas Kebersihan dan lingkungan hidup, dapat menciptakan solusi inovatif dalam pengelolaan sampah di Pematang Siantar. Dukungan penuh dari semua pihak terhadap program pemerintah untuk menjadikan kota ini kembali bersih,, indah, hijau,, dan nyaman sangat diharapkan.
Masyarakat setempat juga di minta untuk meningkatkan rasa kepedulian dan tanggung jawab dalam menjaga kebersihan kota. Hanya dengan semangat kepedulian bersama, Pematang Siantar dapat kembali menjadi kota yang di dambakan oleh semua. (AD. Silalahi)
