Barak1news.com. Aceh Singkil.
Subhanallah, Sungguh suatu yang sangat langka terjadi di Aceh Singkil, Jamaah Israqiah, Makam seorang ulama tarekat berpengaruh, Syekh Shabuddin dari Barus ditemukan di Desa Lae Pinang, Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil.
Penemuan ini bermula dari mimpi ulama kharismatik Aceh Singkil, Abu Mahabbah, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penelusuran di lapangan bersama masyarakat setempat.
Shabuddin yang berasal dari marga Solin, dikenal sebagai guru Petupangan sekaligus pengamal Tarekat Sattariyah. Ia merupakan satu perguruan dengan Syekh Tampat Gosong, dan tercatat sebagai salah satu penyiar agama Islam pada masa pendudukan Jepang.
Kehadirannya memberikan pengaruh besar dalam menjaga keteguhan spiritual masyarakat di masa sulit tersebut.
Pengaruh Tarekat Syattariyah sendiri sejak awal memang sangat kuat di Tanah Singkel.
Hal ini tidak terlepas dari peran Syekh Abdurrauf As-Singkily, ulama besar abad ke-17 yang menjadi murid Syekh Ahmad al-Qusyasyi di Madinah.
Abdurrauf kemudian menyebarkan ajaran Syattariyah di Nusantara, termasuk ke wilayah Singkel, dan meninggalkan jejak kuat dalam tradisi keagamaan masyarakat setempat.
Dalam konteks itu, keberadaan makam Shabuddin menegaskan kesinambungan jaringan ulama Syattariyah dari generasi ke generasi, sekaligus memperlihatkan peran penting Tanah Singkel sebagai salah satu simpul penyebaran Islam tarekat di Sumatra.
Selama ini, Abu Mahabbah juga telah berperan penting dalam menelusuri dan memetakan makam-makam ulama Tanah Singkel. Upaya ini memperkaya khazanah sejarah Islam lokal sekaligus mempertegas peran ulama Singkel dalam jaringan keilmuan Islam di Nusantara.
Penemuan makam ini diharapkan menjadi momentum bagi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk bersama-sama melestarikan situs sejarah Islam, sekaligus menjadikannya sebagai pusat ziarah dan edukasi generasi mendatang.
Penulis : Pandan Hutabarat.
