Barak-1News.com | Aceh Singkil
Terkait explorasi Migas, Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS) mempertanyakan keterlibatan legislatif dan eksekutif.
Diketahui, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan Conrad Asia Energy Ltd sebagai pemenang lelang Offshore South West Aceh (Singkil).
Dengan komitmen pasti 3 tahun pertama mencapai total US$15 juta atau setara dengan Rp 235,4 miliar.
Ridwansyah ketua umum Himpunan Mahasiswa dan Pelajar Aceh Singkil (HIMAPAS), Jumat (2/12) menyampaikan blok Singkil dikabarkan mempunyai potensi dengan asumsi P50 adalah sebesar 296 miliar kaki kubik gas (BCF).
Mengingat besarnya potensi yang dihasilkan oleh Aceh Singkil, juga tentunya besar pula dampak yang ditimbulkan, ucapnya.
Sedangkan sejauh ini Legislatif dan eksekutif seakan tidak tahu menahu mengenai explorasi yang akan di lakukan di Aceh Singkil, ujarnya.
Tidak Ingin Dampak Negatif
Lebih lanjut sambungnya, kami tidak menginginkan Aceh Singkil hanya mendapatkan dampak negatif dari explorasi tersebut. Dan jika sumber daya habis, pabrik ditinggalkan begitu saja, sebutnya.
Seperti banyak kita lihat dibeberapa daerah lain dan akhirnya menjadi besi tua yang menggangu ekosistem, ungkapnya.
Kami ingin MOU di hasilkan jika explorasi dilakukan di blok Singkil, MOU yang berdampak positif bagi masyarakat di Aceh Singkil khususnya.
Mahasiswa mendesak supaya legislatif dan eksekutif terlibat penuh dalam memperjuangkan hak masyarakat Aceh Singkil, tegasnya.
Jika perlu dari sekarang sudah semestinya ada beasiswa khusus. Supaya kedepannya masyarakat Aceh Singkil tidak di abaikan, karena kurangnya SDM, pungkasnya mengakhir. (Zaelani Bako)
Editor | Mukhlis Nst
