barak1news.com | Subulussalam
Proyek rehab ruang kelas belajar (RKB) SMAN 1 Sultan Daulat diduga dikerjakan asal jadi. Proyek yang dikerjakan oleh cv. samatoga karya tersebut syarat akan korupsi dan kecurangan.
Hal ini terlihat langsung oleh awak media dan kepsek SMAN 1 Sultan Daulat pada saat para tukang bekerja.
Kejanggalan terlihat pada waktu pemasangan keramik yang seharusnya keramik yang lama dibobok (dihancurkan) dulu baru dipasang keramik yang baru, tapi kenyataanya keramik yang lama langsung dilapasi dengan keramik yang baru juga terlihat dari pemasangan seng yang tidak rapi dan terkesan asal-asalan.

Pekerjaan itu akan menyebabkan kurang kokohnya pasangan keramik dan akan merugikan pihak sekolah selaku penerima manfaat langsung dari rehab tersebut.
Pada saat dikonfirmasi awak media, kenapa pemasangan keramik nya seperti ini? tukang yang tidak mau disebut namanya menjawab, “urusan orang besar ini bang, kami hanya diperintah untuk mengerjakan seperti ini,” kilahnya.
Kepsek SMAN 1 Sultan Daulat Sardi Hendra S.Pd menyampaikan kepada awak media bahwasanya sangat kecewa dengan pekerjaan yg dilakukan oleh pihak kontraktor terlebih lagi anak didik kami yang sangat dirugikan oleh hal tersebut.
Saat dikonfirmasi melalui chat WA pengawas dari proyek tersebut adalah cv.andaman karya perdana menyampaikan, “oh iya akan saya konfirmasi dulu anggota ya pak, “namun pada saat berita ini diturunkan tidak ada konfirmasi apa pun.
Pada saat pertama kali awak media cek dan ricek di lapangan tidak terlihat papan proyek yang terpasang dilingkungan kerja tersebut dan pada kedua kalinya baru terpasang papan proyek tersebut.
Pihak sekolah dan komite berharap agar supaya pihak terkait khususnya Dinas Pendidikan Kota Subulussalam agar turun langsung ke lapangan untuk melihat langsung dan menindak langsung para kontraktor yang diduga curang. (Hendra)
