Barak1News.com|Bener Meriah
Momentum menjelang pilkada serentak thn 2024 hangat di perbincangkan di tengah2 masyarakat Kabupaten Bener Meriah, siapa siapa calon bupati di Kabupaten penghasil kopi ini. Tentunya pigur yg mampu membawa harapan ( ekspektasi) utk kemajuan daerah ini kedepannnya sebut zuhri tokoh wilayah tengah ini
Salahsatu publik pigur yg populer hampir disetiap desa dn kecamatan memperbincangankan yakni sosok Tagore. AB yg berkemungkinan besar akan tampil menjadi salah satu bakal calon dlm kontestan pilkada mendatang di Kabupaten Bener Meriah.
Dalam UUPA ( lex specialis sistematis) membolehkan pasangan calon kepala daerah di Aceh dpt mendaftarkan pasangan calon (paslon) melalui jalur perseorangan ( berdasarkan hasl uji materi 31 des 2010, MK membuka kembali calon perseorangan) bagi paslon melalui jalur indefenden.
Dalamm pengamatan kami dn saya melihat sosok Tagore. AB masih energik utk memimpin Bener Meriah 5 thn kedepan. Kendatipun Tagore tdk lg tergolong muda, melainkan beliau msh energik dn mumpuni dalam ilmu kepemerintahan juga berpengalaman mengemban jabatan politik (bupati).
Tagore sosok yg sangat familiar di tengah masyarakat bener meriah, krn beliau pernah menjadi Bupati defenitif pertama, sejak berdirinya kab Bener Meriah,
Rekam jejak beliau jelas, dn beliau memiliki andil salahsatu inisiator pembentukan/ berdirinya Kabupaten Bener Meriah, melalui UU RI No 41 thn 2003 Tentang Pembentukan Kabupaten Bener Meriah tgl 18 Desember 2003.
Bhw lahirnya kab Bener Meriah ini bukan semacam hadiah, melainkan melalui proses perjuangan, bung Tagore ( wakil DPRD Aceh Tengah 1999-2004)) bersama tokoh2 penting lainnya seperti Mustafa M,Tamy ( bupati aceh tengah), M Din AW ( ketua DPRD aceh tengah) Basrah Hakim ( wakil DPRD), Saleh, AR (wakil DPRD), Misriady ( Adijan- sbg Pengusaha) dll, pada masanya,
Tujuan pemekaran kabupaten Bener Meriah utk mempercepat ketertinggalan dn pemerataan pembangunan dlm segala bidang dgn daerah2 lainnya
Banyak kalangan tau sejarahi dn semya kalangab patut mengapresiasi sejarah gemilang ini.
kaum Milenial dn GenZ, hrs melihat sejarah ini (seperti pesan bung Ir.Soekarno, “jas merah jgn lupa sejarah”
Saya bisa merasakan bhw perjuangan pemeran bener meriah, pisah (jawe:gayo) dari kab.induk Aceh Tengah pada masa itu bukanlah pekerjaan mudah, terlebih lg di tengah2 situasi Konflik Aceh RI dn GAM
Hari ini kita bisa menikmati iklim damai, dan oleh karena itu kita satukan persepsi, “Teruslah Maju Bener Metiah” Sebut zuhri penuh harap. (SZ)
