Barak1News.com|Aceh Singkil
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Singkil sedang menjalani proses verifikasi data untuk program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) bagi pendaftar dari wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Program ini bertujuan untuk membantu mereka yang mengalami keterbatasan informasi dalam mengakses pendidikan tinggi.
Plt Kepala Disdikbud Aceh Singkil, H. Edi Widodo, SKM, M.Kes, saat di konfirmasi hal ini di ruang kerjanya pada Senin, 10 Juni 2024. Menurut Edi, saat ini proses verifikasi masih berlangsung. “Program ini berada di bawah Bidang Pendidikan Dasar Disdikbud Aceh Singkil, yang dipimpin oleh Sriaton Manik,” ujarnya.
Sriaton Manik menjelaskan bahwa Tim Pendidikan Dasar sedang melakukan verifikasi data pendaftar. Dari total 281 pendaftar untuk program afirmasi ini, hanya 20 kuota yang tersedia. Para pendaftar, yang tersebar di 95 universitas baik negeri maupun swasta, akan diverifikasi melalui aplikasi khusus yang disiapkan oleh Kemendikbud.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, program beasiswa afirmasi tahun ini memiliki kuota yang lebih sedikit. Pada tahun 2022, kuota yang disediakan sebanyak 40, dan yang lulus sekitar 23 peserta.
Namun, proses kelulusan untuk program afirmasi tidak lagi ditentukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), melainkan oleh masing-masing rektorat universitas.
Setiap universitas diberikan kuota untuk dua program studi. Pendaftaran atau pengiriman berkas telah ditutup pada 7 Juni. Sriaton Manik mengungkapkan bahwa pendaftar dari bidang kesehatan mendominasi sekitar 70% dari total pendaftar Afirmasi tersebut.
“Prodi sudah ada di aplikasi. Dari 95 universitas terdapat ribuan prodi,” kata Sriaton.
Proses seleksi akan dilakukan melalui aplikasi berdasarkan peringkat nilai rapor sekolah. Namun, terdapat kekhawatiran bahwa dari satu universitas satu jurusan hanya memiliki kuota tiga orang. Jika pendaftar melebihi kuota dan tidak setuju dengan jurusan opsi kedua, mereka akan gagal masuk.
Sriaton juga mengkhawatirkan bahwa mereka yang telah lulus Ujian Tulis Berbasis Komputer(UTBK) dan undangan bisa mendaftar lagi untuk Afirmasi tersebut. Upaya verifikasi dan penyaringan yang ketat diharapkan dapat memastikan hanya mereka yang benar-benar memenuhi kriteria yang dapat lolos dalam program afirmasi ini.
Nama-nama peserta yang telah mendaftar dan melengkapi berkas akan diumumkan di kantor Disdikbud dan melalui email. Namun, jika pendaftar tidak merespons verifikasi melalui email atau telepon, pendaftaran mereka akan dianggap gagal.
“Kemendikbud akan mengumumkan secara resmi calon penerima beasiswa afirmasi melalui email pribadi masing-masing pendaftar,” terang Sriaton Manik. (MP)
