**Medan – Barak1news.com. Dalam sebuah momen bersejarah, Ahmad Irham Tajhi secara resmi dilantik sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Al Washliyah (PW IPA) Sumatera Utara periode 2025-2028. Pelantikan yang digelar khidmat di Gedung Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kamis (9/4/2026), menjadi simbol baru bagi organisasi pelajar tertua di bawah naungan Al Jam’iyatul Washliyah. Acara ini tidak hanya merayakan transisi kepemimpinan, tapi juga menekankan peran vital IPA dalam membentuk generasi muda yang berprestasi dan berakhlak mulia.
Prosesi pelantikan ini merupakan kelanjutan dari Musyawarah Wilayah (Musywil) ke-XIX yang berlangsung sehari sebelumnya. Irham terpilih melalui proses demokratis dengan dukungan mayoritas perwakilan Pimpinan Daerah IPA dari seluruh kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Sebagai pemimpin baru, ia siap membawa IPA menuju era transformasi, di mana nilai-nilai Islam saling sinergi dengan kemajuan modern.
#### Apresiasi Gubernur Sumut: IPA sebagai Mitra Penting Pembangunan
Keberadaan Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, SE., MM., menjadi sorot utama acara tersebut. Dalam sambutannya, Bobby mengucapkan penghargaan tinggi atas kontribusi historis IPA dalam menjaga keseimbangan antara pencapaian akademik dan penguatan karakter religius. “IPA telah menjadi fondasi kuat bagi generasi muda kita. Di bawah kepemimpinan Ahmad Irham Tajhi, saya yakin IPA Sumut akan semakin berkembang dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam mencetak SDM berkualitas yang memiliki karakter luhur,” kata Bobby, yang hadir langsung untuk memberikan dorongan moral kepada ribuan peserta.
Kehadiran gubernur ini bukan sekadar formalitas; ia dilihat sebagai bentuk kolaborasi konkret antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan. Bobby menekankan bahwa IPA bisa menjadi garda depan dalam program-program seperti literasi digital dan gotong royong sosial, yang selaras dengan agenda pembangunan Sumut pasca-pandemi.
#### Visi Besar Irham: Transformasi Spiritual dan Digitalisasi Kader
Dalam pidato pertamanya, Ahmad Irham Tajhi menegaskan komitmen untuk merevolusi cara pembinaan pelajar di IPA. Ia mengusung visi ambisius: menjadikan IPA sebagai pusat pembelajaran spiritual sekaligus intelektual yang adaptif dengan tantangan zaman. Empat pilar strategis menjadi panduan kerja kepemimpinannya:
– **Gerakan Dakwah Pelajar**: Memperkuat syiar Islam melalui kampanye daring dan offline, termasuk seminar tentang etika digital bagi remaja.
– **Sinergi Pemerintah**: Menyatukan program IPA dengan kebijakan daerah, seperti partisipasi dalam event olahraga nasional atau penanganan isu lingkungan.
– **Rekonstruksi Kaderisasi**: Mengubah sistem pendidikan internal agar lebih inklusif, dengan fokus pada pengembangan soft skills seperti leadership dan entrepreneurship.
– **Digitalisasi Data**: Menerapkan platform online untuk tracking perkembangan kader, memastikan monitoring yang presisi dan efisien.
“Tugas ini adalah amanah besar. Kami akan bekerja keras untuk memastikan IPA memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam mengawal kepemimpinan pelajar di Sumatera Utara,” tegas Irham, yang lahir dan besar di Medan, dengan latar belakang aktif di organisasi serupa sejak SMA.
Acara ditutup dengan sesi foto bersama dan dialog interaktif dengan tokoh agama, pimpinan Al Jam’iyatul Washliyah, serta OKP lainnya. Para undangan sepakat bahwa momentum ini bisa memicu gelombang inovasi di kalangan pemuda, dari dakwah berbasis media sosial hingga proyek sosial berkelanjutan.
Pelantikan ini menandai babak baru bagi IPA Sumut, di mana tradisi bertemu dengan revolusi. Bagaimana Anda melihat kolaborasi IPA dengan pemerintah lokal untuk program pemuda masa depan.
