Barak 1 News.com|Labusel
Dalam rangka meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat yang berada disekitar perusahaan khususnya dalam membangun kebun plasma sebagaimana yang menjadi program pemerintah, PT. Sumber Tani Agung (STA) memberikan bantuan plasma kepada kelompok tani yang ada di Desa Hutagodang berupa bibit sawit yang berkualitas.
Pemberian bibit sawit yang diserahkan pada tahun 2023 lalu kini hampir membuahkan hasil bagi petani. Hal ini berdasarkan pengakuan kelompok tani saat di konfirmasi media di lahan mereka tepatnya di Desa Hutagodang pada 8 Agustus 2024.
Setelah 1 tahun lebih bantuan bibit Sawit dari PT. STA kepada dua kelompok tani yaitu Kelompok Tani Mitra Hugo dan Kelompok Tani Maju Bersama sudah tampak hasil berupa buah dompet dan sebagian buah pasir. Hal ini sangat diapresiasi masyarakat petani yang ada di Desa Hutagodang khususnya yang tergabung di Kelompok Tani Mitra Hugo.
Saat melihat secara langsung di kebun milik H. Syawaluddin Dalimunthe yang didampingi Pangaribuan Siregar, tim Media melihat kondisi sawit sudah mulai tumbuh dan berbuah, namun ada beberapa pohon terlihat daunnya menguning dan perlu perawatan yang intensif agar perkembangannya maksimal.
Menurut H. Syawaluddin Dalimunthe salah seorang petani yang tergabung dalam Kelompok tani Mitra Hugo saat melihat hasil tanam bibit sawit yang diberikan PT . STA pada media mengatakan, bibit sawit yang diberikan PT. STA padanya sebanyak 668 pokok untuk lahannya seluas 5 Ha. dan berharap PT. STA dapat membantunya berupa pupuk agar pertumbuhan tanaman dapat maksimal.
Sementara Pangaribuan Siregar selaku ketua Kelompok Tani Mitra Hugo pada media mengatakan, bantuan yang disalurkan PT. STA berupa bibit sawit kepada 2 kelompok tani sebanyak lebih kurang 17 ribu pokok bibit sawit.
Bibit sawit diserahkan pihak perusahaan sekitar tahun 2023 dan penanaman perdana dilaksanakan pada tanggal 6 Februari 2023, dihadiri Camat Sei Kanan, Kadis Pertanian Labusel, Polsek Sei Kanan dan Kepala Desa serta anggota kelompok Tani.
Masih menurut Pangaribuan, PT. STA dalam memberikan bantuan bibit sawit kepada masyarakat harus dapat menunjukkan surat tanah dan setelah itu oleh pihak perusahaan dilakukan pengukuran. beradasarkan hasil survei dan pengukuran itu sebagai dasar bantuan bibit, Untuk per hektarnya dibantu sebanyak 133 batang bibit sawit.
Pangaribuan berharap kedepannya pihak PT. STA dapat membantu mereka dalam perawatan tanaman berupa pupuk dan pemberian bantuan bibit untuk tahap berikutnya agar masyarakat yang belum mendapatkan bibit terbantu dalam pengadaan bibit untuk lahan mereka.
Setelah melakukan konfirmasi kepada petani, tim media melanjutkan konfirmasi ke pihak PT. STA di kantor Kebun PT. STA Kebun Sungai Dua. Saat itu tim disambut Humas PT. STA, Biano Tamba.
Terkait bantuan plasma kepada kedua Kelompok Tani berupa bibit sawit, Biano Tamba mengatakan, Dalam hal bantuan bibit Sawit pihaknya ada bermitra kepada dua kelompok tani yaitu Kelompok Tani Mitra Hugo dan Maju Bersama. Dalam proses pemberian bibit sawit calon anggota kelompok tani harus memiliki surat tanah dan ada tanahnya. setelah persyaratan tersebut dilengkapi, pihak perusahaan melakukan pengukuran di lapangan luas areal milik masyarakat. Dan luas hasil pengukuran tersebut dikali 136 pokok per hektar untuk lahan petani.
Lebih lanjut Biano Tamba menjelaskan, setelah proses pemberian bibit berlangsung, antara masyarakat kelompok tani dan perusahaan melakukan perjanjian yaitu masyarakat tidak dibenarkan menjual bibit yang telah diberikan. Kemudian setelah mendapatkan bibit sesuai dengan luas lahannya, masyarakat harus menanam sendiri dan merawatnya.
Adapun bantuan bibit sawit yang diberikan sebanyak 19 ribu dengan rincian, untuk kelompok tani Maju Bersama dengan jumlah anggota sebanyak 53 orang diberikan bantuan bibit sebanyak 9.590 pokok. Sedangkan untuk kelompok tani Mitra Hugo dengan jumlah anggota 48 orang, bibit yang diberikan sebanyak 9.449 pokok sehingga total bantuan bibit keseluruhannya sebanyak 19.039 pokok.
Biano Tamba berharap dengan pemberian bantuan bibit sawit tersebut petani memiliki pohon sawit yang berkualitas dan dapat lebih meningkatkan kesejahteraan para petani yang berada di sekitar perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat. (red)
