Barak 1 News.com|Palas
Plt. Bupati Padang Lawas drg. H. Ahmad Zarnawi Pasaribu, CHt, MM, M.Si, MH memonitoring kegiatan Pelayanan Kèluarga Berencana (KB) sejuta Akseptor. Acara tersebut dipusatkan di Rumah Sakit Umum Sibuhuan, Selasa (14/06/23).
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Markiah Hasibuan SE, kegiatan Pelayanan KB sejuta Akseptor dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 30 tahun 2023 yang dirayakan setiap tanggal 29 Juni.
“Pada hari ini (14/6) kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Kemudian untuk Kabupaten Padang Lawas selain di Rumah Sakit Umum Sibuhuan dilakanakan juga diseluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Padang Lawas, ungkap Markia.

Tujuan kegiatan tersebut lanjutnya, untuk meningkatkan akses pelayanan KB yang berkualitas bagi Pasangan Usia Subur (PUS) yang wanitanya berusia antara 15 – 49 tahun.
Sedangkan sasaran pelayanan berupa Pelayanan KB Ulangan, Pelayanan KB Ganti Cara, Pelayanan KB Pasca persalinan, Pelayanan KB Baru selain Pasca persalinan.
Ditambahkan Markia, pelayanan serentak KB sejuta akseptor tersebut, pemerintah menargetkan layanan bagi satu juta akseptor KB se-Indonesia.
“Sedangkan untuk Kabupaten Padang Lawas ditargetkan sebanyak 1.535 akseptor, terdiri dari Implan 56 akseptor, Intrauterine device (IUD) 2 akseptor, Metode Operasi Wanita (MOW) 1 akseptor, Pil 802 akseptor, Suntik 451 akseptor, Kondom 223 akseptor. Dan layanan ini diberikan secara gratis, terang Markia.
Pada kesempatan yang sama, Plt. Bupati mengatakan bahwa kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum yang sangat penting dan strategis, mengingat peran keluarga sebagai pilar utama dalam pembangunan bangsa guna mewujudkan masyarakat Indonesia yang makmur dan sejahtera.
Dilanjutnya semua unsur masyarakat berkewajiban mendukung tercapainya visi misi dan proiritas pembangunan nasional yang harus dicapai diantaranya penuruan angka angka kelahiran total/total fertility Rate (FTR) untuk mewujudkan keluarga yang terencana, sehat dan bahagia.

“Program Keluarga Berencana sebagai usaha pengendalian dan tumbuh seimbang penduduk menuju keluarga yang harmonis dan berkualitas, ujar Plt. Bupati.
Tambahnya, jika direncanakan dengan baik, peluang mewujudkan keluarga hamonis dan berkualitas pun akan semakin besar.
Dengan keluarga yang hanya memiliki 2 anak, maka ayah dan ibu akan lebih santai dalam bekerja, lebih banyak waktunya untuk menyalurkan kasih sayang, perhatian kepada anak sehingga berdampak positif dalam mengoptimalkan tumbuh kembangnya, imbuhnya.
Ibu juga akan semakin banyak waktunya mengurus keluarga dan dirinya sendiri sehingga keluarga semakin harmonis, sehat dan bahagia, tandas Plt. Bupati.
(Riduwan.Hsb Koord Tabagsel)
