Barak1News|Bangun Purba
Dugaan korupsi penggunaan dana desa (DD) untuk pengadaan CCTV dan lemari milik Desa se Kecamatan Bangun Purba kabupaten Deli Serdang Sumatra Utara, yang diperintahkan langsung oleh kecamatan melalui kasi PMD semakin menguat.
Bahkan, kabarnya tidak hanya satu desa, beberapa desa lainnya di kecamatan yang sama juga terjadi hal serupa.
Hal itu diungkapkan oleh sumber yang enggan di sebut jati dirinya, beberapa hari yang lalu.
Diduga dengan harga yang fantastis dan juga kesannya di paksakan sehingga membuat para kepala desa bingung harus membuat perubahan di karenakan CCTV dan lemari tidak ada di anggarkan sebelumnya.
RM, Camat Bangun Purba saat dikonfirmasi tim IWO Indonesia DPD Deli Serdang mengenai pengadaan pembelian CCTV dan lemari di beberapa desa di kecamatan bangun purba pada Jumat (2/3-2024) mengatakan hal tersebut merupakan perintah dari kabupaten melalui PMD.
“Ya kan, sudah tau kalian memang dari kabupaten ya kan itu sama aja, dan tidak semua desa membeli CCTV dan lemari karna itu desa sendiri yang menganggarkan kalau memang itu di perintahkan dari kecamatan pasti semua pasang dan kalau masalah harga yang terlalu mahal kami gak tau karena kami gak sampai kesitu dan kami gak tau masalah harga,” ungkap RM.
Kasi PMD saat di konfirmasi hal yang sama dengan enteng menjawab hanya tiga desa saja yang memasang CCTV.
“Yang saya tau desa yang memasang CCTV hanya tiga desa saja dan kalau lemari setau saya di desa tidak ada,” imbuhnya
Setelah mendapat informasi dari kecamatan Tim IWO Indonesia DPD Deli Serdang turun langsung ke beberapa desa di Bangun Purba, di duga begitu lemahnya pengawasan dari kecamatan sehingga terdapat beberapa yang tidak ada infografis terpasang di kantor desa, yaitu desa Bandar Meriah, bahkan jam dua siang kantor sudah tutup tanpa ada satu pun perangkat di kantor.
Saat turun ke desa Bandar Gugung, awak media juga tak mendapati papan infografis penggunaan anggaran di desa tersebut.
Yang lebih aneh lagi, di Bandar Gugung saat salah seorang warga yang berada di dalam kantor desa saat dikonfirmasi media ini terkait CCTV mengatakan bahwa CCTV belum terpasang dan masih berada di gudang.
“CCTV ada bu tapi di gudang kan, gak tau saya gudang yang mana karena pada saat CCTV itu datang saya yang angkat dan sampai sekarang belum juga terpasang,” imbuhnya.
Diduga lemahnya pengawasan kecamatan Bangun Purba menyebabkan para kepala desa sesuka hati tidak mengikuti peraturan dan perundang undangan, dan menganggap infografis itu tidak penting, diminta kepada inspektorat dan Bupati Deli Serdang serdang untuk mengingatkan Camat dan Kasi PMD agar lebih memahami tupoksinya. (Baem Siregar/tim IWO l)
