Barak1news.com –
ACEH SINGKIL – Sosok M. Najur bukan sekadar nama dalam birokrasi, melainkan ikon keteladanan yang telah mengukir sejarah panjang dalam dunia pendidikan. Beliau dikenal sebagai mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Aceh Singkil, serta figur yang dipercaya memimpin Koalisi Barisan Guru Bersatu (KoBar-GB) selama dua periode dan organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) juga dua periode berturut-turut yang dipilih secara aklamsi oleh para guru
Kiprah beliau tidak hanya terbatas pada pelaksanaan tugas kedinasan, tetapi juga pada penguatan organisasi dan perlindungan hak asasi manusia di lingkungan pendidikan. Sebagai seorang pejabat publik sekaligus pemimpin organisasi yang berpengaruh, perjalanan karier dan kepemimpinan beliau tidak selamanya mulus. Di tengah pengabdian dan perjuangan yang dilakukan, beliau pun tak luput dari berbagai serangan, fitnah, dan upaya pendangkalan citra yang dilancarkan oleh pihak-pihak yang tidak sepaham atau yang merasa terganggu dengan ketegasan sikapnya. Namun, berkat prinsip, integritas, dan dasar hukum yang kuat, segala tuduhan dan fitnah tersebut terbukti tidak berdasar dan luntur dengan sendirinya di hadapan fakta serta kinerja nyata yang beliau persembahkan untuk daerah.
PANDANGAN PEMERINTAH: KONTRIBUSI YANG TAK TERHINGGA
Bupati Aceh Singkil, H. Safriadi Oyon, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi yang ditunjukkan oleh M. Najur. Menurutnya, peran beliau sebagai Sekretaris Disdikbud sangat krusial dalam konsolidasi sistem dan optimalisasi kinerja pembangunan pendidikan di daerah ini.
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang mendalam kepada Bapak M. Najur. Selama menjabat, beliau menunjukkan loyalitas tinggi dan memberikan kontribusi signifikan terhadap kemajuan pendidikan Aceh Singkil. Sebagai Ketua KoBar-GB dan berlanjut menjadi ketua PGRI, beliau tak pernah jenuh melakukan edukasi, advokasi hukum, dan perjuangan demi kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan,” ujar Bupati Safriadi Oyon.
Lebih lanjut, Bupati menuturkan, “Kami sangat menyesalkan kepindahan ke Aceh Selatan. Kami telah memberikan pandangan dan meminta beliau tetap di Aceh Singkil, namun beliau ingin melanjutkan pengabdian dikampung halaman. Kami sangat menghargai keputusan itu walau sebenarnya, potensi kolaborasi dan sinergi kelembagaan masih sangat luas untuk dikembangkan demi kemajuan bersama di masa depan.”
DI TENGAH TENAGA PENDIDIK: SANDARAN MORAL DAN PERLINDUNGAN HUKUM
Kepindahan tugas M. Najur menyisakan kesan mendalam dan rasa kehilangan di kalangan civitas akademika. Berdasarkan verifikasi dan wawancara langsung terhadap para guru, baik PNS, tenaga Honorer, maupun PPPK, tergambar jelas sosok beliau sebagai pelindung dan pembela yang tulus.
Kabar baik datang dari struktur organisasi saat ini, di mana M. Najur kini dipercaya memegang amanah sebagai Wakil Ketua PGRI Provinsi Aceh sekaligus Koordinator Wilayah (Korwil) wilayah Aceh Barat-Selatan yang mencakup Aceh Singkil. Hal ini menjadi jembatan harapan bahwa komunikasi dan dukungan akan tetap terjalin erat.
Kami merasa sangat sedih harus berpisah secara administratif, namun kami bersyukur karena beliau kini menjabat di tingkat provinsi. Selama kepemimpinan beliau, baik sebagai Kabid, Sekretaris Disdikbud, Ketua KoBar-GB, maupun Ketua PGRI selama dua periode, kami merasa benar-benar terlindungi secara hukum dan kesejahteraan, ungkap salah satu perwakilan guru.
Lebih jauh mereka menegaskan, selama kurang lebih 20 tahun beliau menakhodai organisasi, M. Najur telah membuktikan diri sebagai pemimpin yang visioner dan gigih. Beliau tidak mengenal kata lelah dalam memperjuangkan hak, martabat, dan kesejahteraan seluruh tenaga kependidikan.
PENUTUP: PENGABDIAN TANPA BATAS
Rasa terima kasih dan penghormatan mengalir deras dari seluruh elemen. Jasanya yang luar biasa sulit untuk dibalas dengan materi, namun akan terukir abadi dalam sejarah pendidikan Aceh Singkil.
Kami tak mampu membalas budi baik beliau, selain mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Bapak M. Najur adalah pahlawan bagi kami para guru dan tenaga kependidikan. Semoga langkah beliau senantiasa diberkahi dan semakin sukses dalam mengemban amanah baru, pungkas mereka
