Barak-1 News.Com | Rohil
Masyarakat mengeluh karena hasil sawit tidak bisa diangkut karena jalan wono sari menuju Ke jalan poros Dusun perjuangan RT. 01. RW . 019. Kepenghuluan pasir limau kapas rusak berat. Kondisi jalan tampak becek dan sulit untuk di lalui, apalagi saat tiba musim hujan jalan tersebut seperti kubangan kerbau.

TBS hasil perkebunan masyarakat terlihat menumpuk di tepi Jalan
Berdasarkan pantauan media Barak-1 News.com di lapangan pada Jumat (7/10) banyak hasil pertanian masyarakat berupa tanda buah segar (TBS) bertumpuk di jalanan menunggu angkutan. Mereka merasa kewalahan karena kondisi jalan yang cukup memprihatinkan.
Menurut M. Johan Saputra salah seorang warga yang juga sebagai petani sawit sangat berharap adanya perbaikan jalan wonosari menuju jalan Poros dusun Perjuangan oleh pemerintah. Karena akibat jalan rusak banyak TBS yang tidak bisa diangkut dan sangat berpengaruh terhadap kondisi ekonomi masyarakat.

Beliau juga berharap kepada para pejabat untuk melihat kondisi mereka khususnya anggota DPRD Rokan Hilir dan Penghulu Pasir Limau Kapas. Karena jalan mereka hancur parah, susah untuk di lalui pengangkut TBS. Apalagi kondisi jalan yang rusak itu sudah lama berlangsung tanpa ada perbaikan dari pemerintah setempat dalam hal ini kepenghuluan Pasir Limau Kapas. “Tolong kami pak, agar hasil pertanian kami dapat diangkut, sebab saat musim hujan jalan seperti kubangan kerbau dan hancur” ujarnya.
Harapan masyarakat agar pemerintah Kabupaten Rokan Hilir dapat segera memperbaiki jalan yang rusak tersebut agar dapat dilalui khususnya dalam mengangkut hasil pertanian warga, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini. (Efendi)
