Barak1news.com. Aceh Singkil.
Pantauan awak media barak1news.com, ketika berkunjung ke Pulau Banyak memberikan nuansa yang cukup menyenangkan. Pulau Banyak terdiri dari dua, yaitu: Pulau-pulau besar dan Pulau Banyak Kecil yang terhampar diatas samudra Indonesia (India) bagaikan mutiara-mutiara yang memancarkan keindahan yang luar biasa karena belum tersentuh pencemaran asap kendaraan yang lalu lalang mengitari setiap jalan.
Lautnya biru bening ibarat air dalam aquarium, terumbu karang yang menghiasi hamparan tanah di bawah air dengan ikan-ikan hias beribu macam jenis turut melengkapi perbendaharaan kekayaan lautnya.
Salah satu icon Pulau Banyak adalah Penyu hijau (green turtle) panjangnya dapat mencapai 2 meter, lebarnya 1,5 meter satwa ini sudah mulai langka dan perlu dijaga dan dilestarikan.
Hal tersebut disampaikan salah seorang Nelayan M.Chaled pada awak media barak1news.com saat berkunjung ke warung kopinya di Pulau Banyak, kamis 8 Januari 2025 pukul.16.oo sore hari.

Diketahui M.Chaled adalah salah satu wisatawan Manca Negara beradaptasi dengan masyarakat Pulau Banyak, mereka tertarik kuliner masakan lokal, hadir di Pesta Perkawinan, dan ingin mempelajari adat istiadat maupun seni budaya Pulau Banyak.
Tujuannya agar wisatawan Manca Negara tertarik untuk datang kembali (come back) ke Pulau Banyak, contohnya 30 tahun yang lalu wisatawan manca negara hingga 5 kali mengunjungi Pulau Banyak dan masa tinggalnya mencapai rata-rata 2 Minggu.
Apabila wisatawan Manca Negara tinggal di daerah pemukiman penduduk sudah barang tentu berdampak kepada penghasilan tambahan masyarakat setempat di (Pulau Balai dan Pulau Baguk) ini,’ tutup Khaled.
Penulis; Dahrusyid.
